Kamis, 19 September 2019

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim


Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[2].
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar[3].
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa[4].
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu[5].
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya[6].
  • Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”, karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}
Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia[7].
3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram[8], sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.
 وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 12 Muharram 1433


Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/8601-keutamaan-menyantuni-anak-yatim.html

Sabtu, 29 Juni 2019

Kisah Ayahnya Imam Syafi'i dalam Mencari Rizqi


Seorang pemuda bernama Idris berjalan menyusuri sungai. Tiba-tiba ia melihat buah delima yang hanyut terbawa air. Ia ambil buah itu dan tanpa pikir panjang langsung memakannya.<>

Ketika Idris sudah menghabiskan setengah buah delima itu, baru terpikir olehnya, apakah yang dimakannya itu halal? Buah delima yang dimakan itu bukan miliknya.

Idris berhenti makan. Ia kemudian berjalan ke arah yang berlawanan dengan aliran sungai, mencari dimana ada pohon delima. Sampailah ia di bawah pohon delima yang lebat buahnya, persis di pinggir sungai. Dia yakin, buah yang dimakannya jatuh dari pohon ini.

Idris lantas mencari tahu siapa pemilik pohon delima itu, dan bertemulah dia dengan sang pemilik, seorang lelaki setengah baya.

“Saya telah memakan buah delima anda. Apakah ini halal buat saya? Apakah anda mengihlaskannya?” kata Idris.

Orang tua itu, terdiam sebentar, lalu menatap tajam. “Tidak bisa semudah itu. Kamu harus bekerja menjaga dan membersihkan kebun saya selama sebulan tanpa gaji,” katanya kepada Idris.

Demi memelihara perutnya dari makanan yang tidak halal, Idris pun langsung menyanggupinya.

Sebulan berlalu begitu saja. Idris kemudian menemui pemilik kebun.

“Tuan, saya sudah menjaga dan membersihkan kebun anda selama sebulan. Apakah tuan sudah menghalalkan delima yang sudah saya makan?”

“Tidak bisa, ada satu syarat lagi. Kamu harus menikahi putri saya; Seorang gadis buta, tuli, bisu dan lumpuh.”

Idris terdiam. Tapi dia harus memenuhi persyaratan itu.

Idris pun dinikahkan dengan gadis yang disebutkan. Pemilik menikahkan sendiri anak gadisnya dengan disaksikan beberapa orang, tanpa perantara penghulu.

Setelah akad nikah berlangsung, tuan pemilik kebun memerintahkan Idris menemui putrinya di kamarnya. Ternyata, bukan gadis buta, tulis, bisu dan lumpuh yang ditemui, namun seorang gadis cantik yang nyaris sempurna. Namanya Ruqoyyah.

Sang pemilik kebun tidak rela melepas Idris begitu saja; Seorang pemuda yang jujur dan menjaga diri dari makanan yang tidak halal. Ia ambil Idris sebagai menantu, yang kelak memberinya cucu bernama Syafi’i, seorang ulama besar, guru dan panutan bagi jutaan kaum muslimin di dunia.
Dicopas dari NU online.

Senin, 21 Januari 2019

Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pejuang Bekasi

DENAH PANTI ASUHAN PUTRI MUHAMMADIYAH PEJUANG BEKASI


Jln. Serut Jaya Kel.Pejuang, Kec. Medan Satria Kota Bekasi.
Telp: 
081262217080
087879533406
085717113320
085299001965
081314606718
085717888433

Tidak bisa melalui jalan Kedondong Harapan Indah.

DENAH PANTI ASUHAN PUTRI MUHAMMADIYAH PEJUANG BEKASI


Jln. Serut Jaya Kel.Pejuang, Kec. Medan Satria Kota Bekasi.
Telp: 
081262217080
087879533406
085717113320
085299001965
085717888433
081314606718
Tidak bisa melalui jalan Kedondong Harapan Indah.

Selasa, 03 April 2018

Nasibnya Orang Baik.

Copas dari Group WA Muhammadiyah.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?*

Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

*MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?*

Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka buruk bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING DINISTA?*

Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yg memulai perkara

*MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?*

Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu saat Allah akan mengganti kesabarannya.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING KALAH ?*

Karena orang baik tdk ambisius menghalalkan segala cara utk meraih kemenangan.

*MENGAPA ORANG BAIK DICEDERAI?*

Karena orang baik sering berani mengungkapkan isi hatinya yg sebenarnya sehingga sering menjengkelkan teman/rekan bahkan penguasa yg zalim..

*MENGAPA ORANG BAIK SERING DISINGKIRKAN ?*

Karena orang baik dalam sistem yg buruk memang tidak mendapat tempat dan hanya boleh berada dipinggir.

*APA BERARTI MENJADI ORANG BAIK ITU RUGI DAN SIA SIA ?*

Tidak. Tetaplah jadi orang baik. Karena ukuran sukses dan bahagia didunia ini relatif. Orang baik pasti sukses dan bahagia di dunia dan akhirat.

*MENGAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAI DIRI/HATINYA*.

Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semuanya, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah menghendakinya, bagaimana ia akan mendebat atau melawan kehendak-NYA ?
Itulah sebabnya orang baik tak memiliki ruang dendam dalam kalbu & hati sanubarinya ..

"Jika engkau buka ruang-ruang di hatinya, akan engkau temukan banyak doa, kasih dan tali persaudaraan yang dimilikinya".

Selamat Berjuang untuk selalu menjadi orang yg baik..

Selasa, 05 September 2017

Masihkah Anda Menjadi Donatur Pengemis ?

Masihkah Ingin Menjadi Donatur pada PENGEMIS?

Karena rasa kemanusiaan, kita sering kita memberi uang pada pengemis di jalanan dan atau mereka yang datang mengetuk pintu rumah kita.
Ternyata, banyak berita yang menyebutkan bahwa, pengemis itu uangnya banyak, mereka punya rumah dan mereka menjadikan "NGEMIS", sebagai profesi.
Kalau informasi ini benar, berarti bantuan kita pada pengemis walaupun hanya Rp. 1000 - Rp. 2000,  bisa dikatakan tidak tepat sasaran. Ki

Allah Ta’ala berfirman:

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah sehingga dia tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui” [al-Baqarah/2 : 273].

Adapun terhadap pengemis,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.

“Seseorang yang meminta-minta (mengemis)  kepada orang lain, ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya".

Kalau hal ini yang terjadi, maka dikhawatirkan bahwa , si-PEMBERI-pun akan mendapat royalty-nya. Karena mereka menjadikan meminta-minta sebagai profesi , karena banyak orang yang membuka peluang baginya.
Al-Qur'an menyebutkan:

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). [Yasin : 12]

Singkat kata: akibat penderitaan para pengemis diakhirat yang begitu mengerikan, tentu tidak lepas dari para pemberi/donatur. Disini Alloh mengatakan " akan mencatat amal dan bekas-bekasnya" (atsarihim).
Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum wr,

Sabtu, 10 Juni 2017




                      Pembangunan Masjid
                            yang terlambat.

Assalamu'alaikum wr, wb.
Kami penitia pembangunan masjid At-Taqwa Muhammadiyah Pejuang Kec. Medan Satria Kota Bekas.
Dengan ini mengajukan permohonan dana sumbangan
 Pembangunan Masjid At-Taqwa lantai II.

Berapa orang diantara kita yang hari ini bisa berinfaq Rp.20.000,- untuk bangun masjid?

Saya, anda, dia atau justru mereka yang hanya punya uang pas-pasan?

Klik link dibawah ini !    
http:kitabisa.com/masjidmuhammadiyah