Selasa, 03 April 2018

Nasibnya Orang Baik.

Copas dari Group WA Muhammadiyah.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?*

Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

*MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?*

Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka buruk bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING DINISTA?*

Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yg memulai perkara

*MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?*

Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu saat Allah akan mengganti kesabarannya.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING KALAH ?*

Karena orang baik tdk ambisius menghalalkan segala cara utk meraih kemenangan.

*MENGAPA ORANG BAIK DICEDERAI?*

Karena orang baik sering berani mengungkapkan isi hatinya yg sebenarnya sehingga sering menjengkelkan teman/rekan bahkan penguasa yg zalim..

*MENGAPA ORANG BAIK SERING DISINGKIRKAN ?*

Karena orang baik dalam sistem yg buruk memang tidak mendapat tempat dan hanya boleh berada dipinggir.

*APA BERARTI MENJADI ORANG BAIK ITU RUGI DAN SIA SIA ?*

Tidak. Tetaplah jadi orang baik. Karena ukuran sukses dan bahagia didunia ini relatif. Orang baik pasti sukses dan bahagia di dunia dan akhirat.

*MENGAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAI DIRI/HATINYA*.

Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semuanya, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah menghendakinya, bagaimana ia akan mendebat atau melawan kehendak-NYA ?
Itulah sebabnya orang baik tak memiliki ruang dendam dalam kalbu & hati sanubarinya ..

"Jika engkau buka ruang-ruang di hatinya, akan engkau temukan banyak doa, kasih dan tali persaudaraan yang dimilikinya".

Selamat Berjuang untuk selalu menjadi orang yg baik..

Selasa, 05 September 2017

Masihkah Anda Menjadi Donatur Pengemis ?

Masihkah Ingin Menjadi Donatur pada PENGEMIS?

Karena rasa kemanusiaan, kita sering kita memberi uang pada pengemis di jalanan dan atau mereka yang datang mengetuk pintu rumah kita.
Ternyata, banyak berita yang menyebutkan bahwa, pengemis itu uangnya banyak, mereka punya rumah dan mereka menjadikan "NGEMIS", sebagai profesi.
Kalau informasi ini benar, berarti bantuan kita pada pengemis walaupun hanya Rp. 1000 - Rp. 2000,  bisa dikatakan tidak tepat sasaran. Ki

Allah Ta’ala berfirman:

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah sehingga dia tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui” [al-Baqarah/2 : 273].

Adapun terhadap pengemis,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.

“Seseorang yang meminta-minta (mengemis)  kepada orang lain, ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya".

Kalau hal ini yang terjadi, maka dikhawatirkan bahwa , si-PEMBERI-pun akan mendapat royalty-nya. Karena mereka menjadikan meminta-minta sebagai profesi , karena banyak orang yang membuka peluang baginya.
Al-Qur'an menyebutkan:

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَاقَّدُموا وَءَاثَارَهُمْ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). [Yasin : 12]

Singkat kata: akibat penderitaan para pengemis diakhirat yang begitu mengerikan, tentu tidak lepas dari para pemberi/donatur. Disini Alloh mengatakan " akan mencatat amal dan bekas-bekasnya" (atsarihim).
Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum wr,

Sabtu, 10 Juni 2017




                      Pembangunan Masjid
                            yang terlambat.

Assalamu'alaikum wr, wb.
Kami penitia pembangunan masjid At-Taqwa Muhammadiyah Pejuang Kec. Medan Satria Kota Bekas.
Dengan ini mengajukan permohonan dana sumbangan
 Pembangunan Masjid At-Taqwa lantai II.

Berapa orang diantara kita yang hari ini bisa berinfaq Rp.20.000,- untuk bangun masjid?

Saya, anda, dia atau justru mereka yang hanya punya uang pas-pasan?

Klik link dibawah ini !    
http:kitabisa.com/masjidmuhammadiyah

Minggu, 05 Juli 2015

     

Buka bersama dengan Remaja Masjid Al-Furqon.


Remaja Islam Masjid Al-Fur'qon Boulevard Hijau Kel.Pejuang , Kec. Medan Satria Kota Bekasi, mengadakan acara Buka Bersama dengan Anak-anak dari Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pejuang Belasi.
Acara santunan itu, dikemas dalam rangkaian cacara yang semua ditangani oleh RISMA AL-FUR'QON dari mulai Pembukaan, pembacaab kalam Ilahi, tausiyah dan game ang sangat menarik perhatian anak Panti.
Namun karena padatnya acara anak Panti, maka tifak semua anak panti ikut dalam acara tersebut. Mereka menghadiri undangan Buka Puasa Bersama diluar Panti. Walaupun demikian, acara berjalan sengan baik.












Sabtu, 04 Juli 2015

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Zakat Fitrah Perorang = 3,5 x harga beras di pasaran perliter
Contoh : Harga beras atau makanan pokok lokal yang biasa kita makan dan layak konsumsi di pasar rata-rata harganya Rp. 10.000,- maka zakat fitrah yang harus dibayar setiap orang mampu adalah sebesar Rp. 35.000,-
Kalau menghitung dari segi berat pengalinya adalah 2,5 x harga beras atau bahan makanan pokok lokal perkilogram.

Cara Menghitung Zakat Profesi / Pekerjaan 

Zakat Profesi = 2,5% x (Penghasilan Total – Pembayaran Hutang / Cicilan)
Menghitung Nisab Zakat Profesi = 520 x harga beras pasaran perkg
Contoh Perhitungan Dalam Zakat Profesi :
Jika Bang Jarwo punya gaji 2 juta perbulan dan penghasilan tambahan dari kios jualan pulsa dan perdana sebesar 8 juta perbulan maka total penghasilan Bang Jarwo sebesar 10 juta tiap bulan. Bang Jarwo membayar cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi pemerintah sebesar 5 juta perbulan.
Harga beras sekilo yang biasa dikonsumsi yaitu sekitar Rp. 8.000,- per kilogram, sehingga nisab zakatnya adalah Rp. 4.160.000,-. Karena Bang Jarwo penghasilan bersihnya 5 juta dan ada di atas nisab, maka Bang Jarwo harus bayar zakat profesi sebesar Rp. 5 juta x 2,5% = Rp. 125.000,- di bulan itu. Untuk bulan selanjutnya dihitung kembali sesuai situasi dan kondisi yang ada.
Zakat profesi memang jadi perdebatan karena tidak ada dalil yang mengena. Di kantor pemerintah umumnya setiap penghasilan otomatis dipotong 2,5% (penuh) untuk zakat profesi. Dengan begitu institusi resmi (ulama) Agama Islam di Indonesia berarti belum mengeluarkan fatwa haram untuk zakat profesi artinya bukan bid’ah.

Cara Menghitung Zakat Maal / Harta Kekayaan

Zakat Maal = 2,5% x Jumlah Harta Yang Tersimpan Selama 1 Tahun (tabungan dan investasi)
Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 x harga emas pasaran per gram
Contoh Perhitungan Dalam Zakat Maal Harta:
Ahmad punya tabungan di Bank Napi 100 juta rupiah, deposito sebesar 200 juta rupiah, rumah rumah kedua yang dikontrakkan senilai 500 juta rupiah dan emas perak senilai 200 juta. Total harta yakni 1 milyar rupiah. Semua harta sudah dimiliki sejak satu tahun yang lalu.
Jika harga 1 gram emas sebesar Rp. 250.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp. 21.250.000,-. Karena harta Ahmad  lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat mall sebesar Rp. 1 milyar x 2,5% = 25 juta rupiah per tahun.
Harta yang wajib dibayarkan zakat mal / zakat harta :
Emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha (uang, barang dagangan, alat usaha yang menghasilkan) dan harta temuan.
Perhitungan untuk hasil pertanian, peternakan, dan harta temuan ada ketentuan yang berbeda dalam hal nisab maupun besaran zakatnya. Ada juga buku yang berpendapat nisab emas adalah 93,6 gram dan perak 672 gr. Untuk lebih mudah bisa kita konversi ke rupiah dulu.
Cara Menghitung Zakat Emas
Ketentuan :
  1. Mencapai haul
  2. Mencapai nishab, 85 gr emas murni
  3. Besar zakat 2,5 %
Cara Menghitung :
  1. Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali
    Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %
  2. Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai
    Zakat = (emas yang dimiliki – emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %
Cara Menghitung Zakat Perak
Ketentuan :
  1. Mencapai haul
  2. Mencapai nishab 595 gr perak
  3. Besar zakat 2,5 %
Cara Menghitung :
  1. Jika seluruh perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali
    Zakat = perak yang dimiliki x harga perak x 2,5 %
  2. Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai
    Zakat = (perak yang dimiliki – perak yang dipakai) x harga emas x 2,5 %
Sumber dari : http://al-badar.net/cara-menghitung-zakat/